Senin, 14 Oktober 2013

Dampak Positif dan negatif berdirinya Minimarket terhadap masyarakat dan sekitarnya



Saat ini bisnis supermarket / mini market sedang berkembang pesat, hampir di setiap kota / kabupaten sudah berdiri supermarket dan mini market. keberadaan supermarket/minimarket disuatu kota/kabupaten membawa dampak yang positif dan negarif bagi keberlangsungan hidup perekonomian di daerah tersebut. 

Minimarket sebenarnya adalah semacam "toko kelontong" atau yang menjual segala macam barang dan makanan, perbedaan nya disini biasa nya minimarket menerapkan sebuah sistem mesin kasir point of sale untuk penjualan nya, namun tidak selengkap dan sebesar sebuah supermarket. Berbeda dengan toko kelontong, minimarket menerapkan sistem swalayan, dimana pembeli mengambil sendiri barang yang ia butuhkan dari rak-rak minimarket dan membayarnya di meja mesin kasir. Sistem ini juga membantu agar pembeli tidak berhutang. 

Sebuah minimarket jam bukanya juga lain dari sebuah supermarket, minimarket circle K jam bukanya hingga 24 jam. Minimarket yang ada di Indonesia adalah Alfamart, Indomaret, Ceriamart, Starmart, Circle K, dan banyak minimarket yang dikelola individu perorangan lain nya.

Dampak negatif yang mungkin terjadi dengan berdirinya supermarket/minimarket bagi masyarakat sekitar antara lain :

Dampak negatif dari perilaku Konsumtif
Perilaku konsumtif adalah perilaku yang suka membelanjakan uang dalam jumlah yang besar. Perilaku konsumtif menimbulkan dampak positif dan dampak negative baik yang dirasakan oleh konsumen itu sendiri maupun pihak lain.

Dampak negatif
Dampak negatif yang disebabkan oleh perilaku konsumtif pemborosan,  inflansi, dan timbulnya kesenjangan social.

1.      Pemborosan
Seseorang yang memiliki perilaku konsumtif akan bertindak boros. Misalnya, ketika berbelanja seseorang yang berperilaku konsumtif akan lupa dengan kebutuhanya berbelanja yaitu untuk memenuhi kebutuhan. Dengan melihat benda-benda bagus yang ditawarkan. Orang yang berperilaku konsumtif akan tertarik untuk membelinya. Padahal mungkin ia sudah memilikinya dan barang tersebut tidak sangat diperlukan. Perilaku demikian ini disebut pemborosan. Padahal semestinya ia harus berbelanja kebutuhan yang lebih berguna.
2.      Menimbulkan Inflasi
Inflasi adalah kenaikan harga barang-barang secara umum. Apabila masyarakat mempunyai perilaku konsumtif, permintaan barang dan jasa akan naik. Meningkatnya permintaan barang dan jasa akan menyebabkan harga-harga secara umum juga mengalami kenaikan, dengan demikian perilaku konsumtif akan dapat menimbulkan inflasi.
3.      Menimbulkan kesenjangan social
Perilaku konsumtif yang dilakukan seseorang akan menampakan kesenjangan social yang makin nyata pada masyarakat. Keluarga yang berperilaku konsumtif akan cenderung berkehidupan mewah-mewahan sehingga akan sangat menonjol di anatara keluarga lainya. akibat dari keadaan ini adalah terjadinya kesenjangan social.


Dampak positif yang mungkin terjadi dengan berdirinya supermarket/minimarket bagi masyarakat sekitar antara lain :

Dampak positf
Selain memiliki dampak negative, perilaku konsumtif juga memiliki dampak positif. Dampak positif itu di antara lain adalah: memberikan kepuasan kepada konsumen, memberikan keuntungan yang lebih besar kepada produsen, dan mempercepat roda perekonomian.

1.      Memberikan kepuasan kepada konsumen
Dengan membeli barang dan jasa apa pun yang diinginkan =, seorang konsumen akan merasa kepuasanya lebih optimal.
2.      Memberikan keuntungan yang lebih besar kepada produsen
Perilaku konsumtif akan membuat barang-barang yang di produksi oleh produsen terjual lebih banyak, sehingga produsen akan mendaptkan keuntungan yang lebih besar.
3.      Mempercepat roda perekonomian
Perilaku konsumtif akan menyebabkan perputaran uang menjadi lebih cepat, investadi menjadi lebih besar. Dengan demikian skala nasional roda perekonomian akan menjadi lebih cepat.

Jadi, meskipun peranan konsumsi dalam kegiatan perekonomian sangat penting, bukan bearti bahwa tindakan pemborosan itu dapat dibenarkan. Kita harus dapat melakukan kegiatn konsumsi dengan wajar. Tindakan konsumsi dikatakan wajar apabila penggunaan uang dilakukan secara selektif, yaitu dengan menyusun prioritas kebutuhan manakah yang harus didahulukan.




Sumber : #Google


Tidak ada komentar:

Posting Komentar