Minggu, 21 Oktober 2012

Proses Pengambilan Keputusan



            Proses pengambiln keputusan dalam organisasi  ialah kumpulan yang terdiri dari beberapa orang untuk mencapai tujuan bersama, didalam organisasi rentan terjadinya selisih pendapat begitu juga keputusan dalam mengambil sikap, dapat diartikan cara organisasi dalam pengambilan keputusan. Terdapat 4 metode bagaimana cara organisasi dalam pengambilan keputusan, ke 4 metode tersebut adalah : yaitu kewenangan tanpa diskusi (authority rule without discussion), pendapat ahli (expert opinion), kewenangan setelah diskusi (authority rule after discussion), dan kesepakatan (consensus).

1. Proses pembuatan keputusan

            Hasil dari pada sebuah keputusan akan sangat dipengaruhi oleh proses pembuatan keputusan itu sendiri disamping faktor lain antara lain faktor lingkungan ekstern, pedidikan, pengalaman, harapan maupun persepsi dari pengambilan keputusan itu sendiri. Oleh karena itu didalam mengambil keputusan mempergunakan teknis-teknis ilmiah secara singkat ada ada tujuh langkah yang harus dilakukan dalam proses pembuatan keputusan.

Langkah-langkah tersebut adalah :
a. Mengetahui hakekat dari pada masalah yang dihadapi atau mendefinisikan masalah yang dihadapi dengan tepat.
b. Mengumpulkan faktor-faktor dan data-data yang relevan.
c. Menyusun beberapa kemungkinan cara atau alternatif pemecahan masalah atau penyelesaian masalah.
d. Mengadakan penilaian terhadap cara-cara pemecahan masalah tersebut, yaitu penilaian terhadap keberhasilannya.
e. Memilih kemungkinan penyelesaian yang terbaik.
f. Mengadakan perhitungan atau penilaian terhadap akibat-akibat bila keputusan tersebut dilaksanakan.
g. Melaksanakan keputusan.


Tipe-tipe/Klasifikasi Keputusan
1) Keputusan yang diprogramkan (programmed decision)
Keputusan yang dibuat menurut kebiasaan, aturan atau prosedur. Keputusan ini adalah rutin atau berulang-ulang.
2) Keputusan yang tidak diprogramkan (non programmed decisions)
Keputusan yang berkenaan dengan masalah-masalah khusus, khas dan tidak biasa terjadi.
Semakin tinggi kedudukan dalam hirarki dalam organisasi, dibutuhkan kemampuan untuk membuat keputususan yang tidak diprogramkan.

Sumber :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar